BALLADA REIHAN

balada-rehanI

                Dapat kecengan Santri! Mbehehe…hua haha… Mbehehe…hua haha… Itu mantra ritualitas kegembiraanku, brow! Dilarang memberangus ekspresi! Kalo mau, niru aja. Ayo aku anter sekalian apel ke Gadisku di komunitas suci itu. Insya Allah… Dengan mengganti jeans jadi celana kain tentu, bila ga mau ketemu masalah, mbe…

Gadisku taat beribadah. Aamiin… Tapi tentu aku yang bakal jadi Imam rumah kami kelak. What? Kejauhan? Sabar…ini planning namanya. Antum pikir, buat apa Ane ngecengin Gadis doang kalo nggak bakal dikawinin. Serius. Dilarang mainin Santriwati, dosanya bakal berlipat nyakitin orang yang sangat-sangat baik (kau dengar itu, Ayu, betapa aku menghormatimu dan institusimu). Continue reading

Facebook Comments

PULANG

  pulang      

            Kuhempaskan tubuhku duduk di seat bis itu bersamaan dengan hempaskan nafas panjang mendesak satu pikiran keluar dari RAM otak. Aku terisak-isak. Air mata yang ditahan sejak tadi, ditahan dengan tawa di tempat itu, kini berlelehan. Tak apa aku menangis. Menangis bukan kerapuhan dan sentimentil tidak lucu seperti yang dulu kutuduhkan yang lantas aku tidak suka mendapati orang menangis sekalipun perempuan. Menangis justru terapi alami kepenatan jiwa. Menangis adalah isyarat bahwa manusia mempunyai perasaan yang tak boleh diabaikan.

            Kenapa menangis? Sudahlah. Di tempat itu aku justru ketawa-tawa. Kenapa? Sudahlah.   Aku  cuma  mau  pulang karena sudah seminggu aku di luar rumah.        Ya, setiap hari pun, setelah bepergian aku pulang, tapi kali ini aku akan pulang dengan sebenarnya karena terlalu jauh aku berjalan. Continue reading

Facebook Comments

IDENTITAS SEBAGAI GAYA

identitas-gaya

Oleh : Ahmad Susanto

Dalam kehidupan sehari-hari, interaksi sosial menjadi hal yang sangat fundamen dalam membentuk prilaku seseorang. Interaksi sosial menjadi hal yang tak bisa dihindarkan dalam bermasyarakat baik secara Assosiatif maupun Disosiatif. Interaksi sosial itu meliputi interaksi dengan teman sekelas, teman seorganisasi dan bahkan interaksi dengan budaya lain, sehingga budaya itu masuk dan menggeser posisi budaya lokal. Budaya korea, budaya jepang, budaya barat dan timur merupakan budaya-budaya yang sering kita temukan pada masyarakat Indonesia. Mulai dari makanan, bahasa, pakaian bahkan gaya hidup.

Berlangungnya suatu proses interaksi didasarkan pada berbagai faktor yang salah satunya adalah proses Identifikasi. Identifikasi sebenarnya merupakan kecenderungan-kecenderungan atau keinginan-keinginan dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan pihak lain. Continue reading

Facebook Comments

ULANG TAHUN LUKA II

tahun-luka2            Purnama bulat mengintip di balik palem. Selamat malam, Cinta… Keluarlah sebentar, kita nikmati memandang bulan bersama. Hari ini aku berulang tahun. Ulang tahun luka yang kedua. Kau tampak sekarang, aku baik-baik saja, aku sosok yang baru, dan mulai bercahaya.

Sebagai rembulan wajahmu tercermin di bola mataku

Melarutkan pesona dalam desir alir darah

Maka kusampaikan pesan lewat angin

dan daun yang mendesah Continue reading

Facebook Comments

ULANG TAHUN LUKA

tahun-luka1Kapan itu? Aku tak catat waktunya, aku cuma ingat namanya. Dan “peringatan” ini tidaklah selalu harus tepat tempo seumpama seorang ibu yang peringati ultah putranya September padahal berharijadi  Agustus.

            Aku namai saat ini “Ulang Tahun Luka”, ulang tahun yang pertama. Aku tak tahu apa di tahun depan adakah pengaruhnya moment itu karena pendidikan Tuhan padaku adalah, aku tak terjajah waktu! Setiap ulang tahun anak-anakku saja (orang yang paling kucinta di dunia) aku ‘cuma’ mengheningkan cipta pada hari lahirnya…berdoa bersama keluarga…dan baru syukuran makan-makan (dengan keluarga terdekat saja) jika ada rizki lebih. Itu pendidikan Tuhan padaku! Pada keluargaku! Continue reading

Facebook Comments