CINTA YANG MEMBEBASKAN

Tak ada sesuatu yang membuat Bunda tertegun selain mengenang almarhum Ayah. Bunda menyebutnya “My Street Hawk”, film yang diperankan aktor remaja saat Bunda SMP, sebagai biker jago. Pembela yang lemah dan yang tertindas. Wih, seolah motornya terbang karena atraksi jumping yang sambung-menyambung.

Kakang, ga nyangka pahlawanku menjelma, begitu yang dikatakan Bunda saat harus terbang di boncengan Ayah. Sering ngebut terutama memburu waktu kerja. Maka aku ingin berpesan kepada orang, siapapun yang merasa akan memiliki masa depan untuk merencanakan program hidup yang baik-baik, bahkan ucapan-ucapan baik, karena pasti terwujud. Allah kabulkan semua angan kita. Aku salah satu saksi sejarah hidupku! Continue reading

Facebook Comments

REPOSISI GERAKAN MAHASISWA SEBAGAI AGENT OF CHANGE MELALUI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

Oleh: Barman Wahidatan Anajar (1)

Dalam dinamika berbangsa dan bernegara peran mahasiwa tentu tidak bisa dikesampingkan. Sejarah mencatat beberapa pergerakan rakyat terhadap pertentangan kedhzoliman suatu rezim penguasa itu didalamnya include para aktifis mahasiswa sebagai motor pergerakan, mahasiswa memprovokasi dan meng advokasi kepentingan rakyat demi terwujudnya negara yang adil dan damai.

Namun apakah konteks pergerakan-pergerakan masif seperti itu bisa kita temukan pada hari ini?. Tentunya inilah yang menjadi pertanyaan besar, kemana mahasiswa dalam setiap agenda-agenda bersejarah negara hari ini?. Pergerakan yang dilakukan seperti tidak memiliki daya dobrak, lesu, bahkan cenderung tidak militan, mahasiswa hari ini seolah kehabisan ideologi yang sejak dulu dianutnya dalam melakukan pergerakan. Continue reading

Facebook Comments

SEPATU KACA BUNDA

Kegiatan yang Bunda ikuti itu selesainya menjelang Magrib, dan semua peserta rombongannya memutuskan untuk langsung pulang. Tak lagi menginap. Ibu-ibu tersebut telah rindu keluarga. Alhamdulillah izin dan restu keluarga membuat ibu-ibu aktivis tenang dalam kegiatan yang diikutinya. Di usia kepala lima, mereka masih enerjik dan tetap berwibawa. Aset bagi mereka bahwa saatnya nanti jika berumur panjang, keluarga tak lagi berpikir mengisolasi mereka di panti jompo karena cucu dan buyut mereka lebih suka neneknya tinggal di tengah keluarga dengan cerita-cerita prestasi di masa muda yang membuat keluarganya kagum, pengalaman-pengalaman yang mengesankan, dan prediksi masa depan. Mmh… berdialektika historis.

Innalillahi… Di tengah perjalanan, mobil yang mereka tumpangi mogok! Berangkat bersama-sama, pulang pun harus bersama pula. Bunda tak enak jika exit dari rombongan dan naik umum duluan. Mereka pasrah membengkelkan dulu mobil tua yang mereka tumpangi. Untuk killing boring menunggu mobil dibengkelkan, acara ibu-ibu itu ternyata seragam. Continue reading

Facebook Comments

PROPOSAL TIA

“Bundaaaaa… Aku galau!”

“Mikirin pendamping wisuda, ya?”

“Ih Bunda ga nyambung lagi! Kan ada Bunda sama Ade,

kenapa harus orang lain yang dampingi wisuda Tia padahal Bunda yang

susah payah didik Tia, biayai Tia, dan jaga Tia jiwa raga dan doa?!”

Bunda senyum. Putrinya ini agak panjang lebar kalau bicara.

Cerminan siapa ini? “He…makasih Sayang,”

“Makasih Bunda, U’re my everything.” Continue reading

Facebook Comments

BELAJAR TERBANG

“Ade… Hp…!” Deringan ponsel yang berkali-kali terdengar karena tak diangkat oleh pemiliknya, membuat Bunda yang sedang beres-beres bergegas menghampirinya.

“Assalaamu’alaikum,”

“Wa’alaikum salam,” suara akhwat. “Maaf, bisa bicara sama Arif?”

“Udah berangkat dan hpnya tertinggal. Ini sama siapa, ya?”

“Saya Meilinda. Ibu mamanya Arif? Maaf Bu, saya mengganggu. Insyallah nanti saya telpon Arif lagi. Permisi, assalaamu’alaikum…” Continue reading

Facebook Comments