TEORI PSIKOLOGI: AGRESI

agresiTaylor, dkk (2009) mengartikan “agresi” sebagai tindakan yang dimaksudkan untuk menyakiti orang lain. Lebih lanjut diungkapkan bahwa agresi tersebut dapat dibedakan atas: (1) antisocial aggression, yaitu tindakan yang diniatkan untuk menyakiti orang atau pihak lain; (2) prosocial aggression, yaitu tindakan yang melanggar norma sosial namun dapat diterima umum; (3) sectioned aggression, yaitu tindakan agresi yang dapat dimaklumi dan diterima sesuai dengan norma kelompok sosial.

Pengertian agresi tersebut juga diungkapkan oleh Baron, dkk (2009), yang menyatakan bahwa agresi merupakan perilaku yang  ditujukan untuk menyakiti orang atau makhluk lain yang tidak ingin diperlakukan demikian. Kecenderungan niat untuk menyakiti orang lain tersebut dapat terjadi baik secara fisik maupun non fisik serta verbal. Continue reading

SILABUS ILMU HADITS

Nama Mata Kuliah      :  Ulumul Hadits

Fakultas                         : FISIP UIN SGD Bandung

Jurusan /Jenjang          :  Sosiologi/S1

Dosen/Pengajar           :  Dedeh Kurniasari, M.Ag.

SKS                             :  2 sks

Semester                      :  I/Ganjil Tahun Ajaran 2016-2017 Continue reading

SILABUS ILMU TAUHID

Nama Mata Kuliah      :  Ilmu Tauhid

Jurusan /Jenjang          :  Sosiologi/S1

Dosen/Pengajar           :  Muhammad Parhan Mubarok, S. Pd. I., M. Ag.

SKS                             :  2 sks

Semester                      :  I/Ganjil Tahun Ajaran 2016-2017

Standar Kompetensi:

Pengertian Iman, Islam dan Nilai-nilai universalitas Islam, Konsep dasar dan pembahasan Tauhid. Continue reading

MANAJEMEN: KEPUASAN KERJA

P_20160329_154512Oleh: Muhammad Zaky, Kaprodi Manajemen FISIP UIN Bandung.

Kepuasan kerja (job satisfaction) merupakan konstruk yang paling banyak menarik perhatian peneliti dan praktisi di bidang manajemen dan psikologi. Terdapat beberapa alasan mengapa sikap kerja menarik bayak perhatian peneliti, pertama, peneliti pada umumnya mengasumsikan bahwa sikap kerja akan berpengaruh positif terhadap kinerja individu, semakin puas pekerja maka semakin produktif mereka bekerja. Kedua, banyak praktek-praktek manajemen sumber daya manusia (human resource practices) seperti seleksi, penempatan, pelatihan, pengembangan, kompensasi, dan lain sebagainya didasarkan pada kepuasan kerja yang pada akhirnya bertujuan untuk meningkatkan kinerja. Ketiga, dengan mempertimbangkan alasan kemanusiaan, peningkatan terhadap kepuasan kerja penting dilakukan karena hal tersebut merupakan hak individu dalam bekerja (Pinder, 1984). Continue reading