BUKU ANTROPOLOGI PERDESAAN

Judul buku “Antropologi Perdesaan & Pembangunan Berkelanjutan”, penulis: Sidik Permana, S.Sos., M.I.L. ISBN : 602401594-7, penerbit Deepublish, Yogyakarta. Uk. B5 (17.5×25 cm) Hal : XVI + 207. Buku Antropologi Perdesaan dan Pembangunan Berkelanjutan ini memiliki topik yang menarik untuk dibahas. Berbagai kalangan masyarakat masih banyak yang memandang keliru bahwa kebudayaan dan gaya hidup tradisional yang masih mendominasi penduduk perdesaan dengan dilandasi kuat oleh pengetahuan ekologi tradisional tentang lingkungannya, serta memiliki modal sosial yang baik alih-alih dimanfaatkan malah diabaikan dan dianggap sebagai penghambat pembangunan. Buku ini sangat bermanfaat guna memberi wawasan pada masyarakat sebagai upaya memahami kebudayaan penduduk untuk dapat dimanfaatkan dalam berbagai program pembangunan……..”

MENGUBUR HP

            “Bu, ganti donk hpnya,” komentar banyak orang jika melihat hpku. Ada juga yang hanya senyum atau dahinya berkerut. Yang jelas, tak ada yang yang responnya datar.

HP tua tapi tak unik. Lebih bisa dikatakan tua tak terawat alias butut. Fasilitas minim, udah tak jelas huruf dan angka di keyboardnya, serta rangkanya patah dibalut lakban. Orang-orang banyak prihatin melihatnya. Adikku hadiahkan hp jadinya, juga para putraku yang masih SD itu menghadiahkan smart phone dari uang jajan mereka! Tapi aku bertahan dengan kejadulanku, dengan kegaptekanku.  Atas nama sejarah, atau apa? Arsip menumpuk di hp jadul tersebut membuat lelet menerima kiriman sms. Adakah yang berarti dari sms-sms itu? Continue reading

ULANG TAHUN LUKA III

love-hurtGan, ending ulang tahun luka dirayakan dengan gembira. Bukan karena ada faktor eksternal yang menggembirakan tapi diri ini bisa MEMBEBASKAN. Sang aku mengatakan, ini kekuatan yang diberikan Tuhan.

#

            Gan, ada kebetulan yang indah saat ulang tahun lukaku yang ketiga tepat pada saat purnama membulat. Meski malam ini kebetulan pula gerimis membuat purnama yang kupandang dari balik kacamataku tampak kabur, tetapi aku tetap senyum memaklumi fenomena alam ini. Dalam pandanganku purnama yang digujur hujan seperti gadis cantik yang menangis. Continue reading