SEORANG TAMU

Oleh Ida Hidayatul Aliyah

 

I

“Rasanya aku kedatangan tamu,”

“Aku masih dianggap tamu?”

“Tentu saja, wahai Orang Asing,”

“Sampai kapan aku tak dianggap tamu?

 

II

“Aku kedatangan tamu lagi.”

“Mau ikut bedah buku?”

“Sepertinya tidak.”

“Untuk partisipasi?”

“Tak bolehkah aku punya pilihan sendiri, selera sendiri?”

Continue reading

DILARANG CINTA TANPA LIHAT KTP

Sumpah, sampai setua ini…aku tak tertarik pada pria PNS! Salah satu alasannya karena akupun PNS sedangkan aku ingin pasangan hidupku membawa warna baru. Terus, aku juga ga mau nikah dengan guru karena aku pun guru. Bagi aku, kurang seru deh kalo di dunia yang sama. Aku ingin ada perbedaan biar bercorak! Jadi…gitu lha ya…selama ini aku tak tertarik pada pria PNS, tapi ini pengecualian! Aku juga tak tertarik pada Pak Guru tapi ini pengecualian! Serta…selama ini aku tak pernah punya pacar ganteng tapi ini pengecualian! Lihat, lihat, ini fotonya! Astaga…lumayan heboh, puber keberapa ini? Curhatku pada Unie, soulmateku, yang kami namai gank kami sebagai “The HOT mama”. HOT sendiri akronim dari “Hebat O o oow… Tangguh” lah…

“Jangan mulai lagi!” responnya.

“Ih…sirrik!” aneh, debat tak penting kayak ABG itu terjadi dan perilaku ABG pun terulang, nyanyi-nyanyi first love Nika Costa pula! Si tengah yang kelas 3 SD dan si bungsi yang TK pun mendelik. Continue reading

BOLIVIA (Bojong Limus via Al-Huda)

Oleh Ida Hidayatul Aliyah

 

Aku bergegas pada kerumunan teman-teman guru. “Siapa yang meninggal?” tanyaku saat terdengar dari kejauhan kata ”ngalayad” yang diobrolkan mereka.

Rakana Pak Deden, Bidan Nenah, kenal?”

“Ya,” aku mengiyakan untuk sementara untuk menyingkat pimbicaraan dengan damai, walaupun belum kenal, karena jika dikatakan tak kenal, tidaklah tepat tuk pancakaki.

            “Barudak tos dipasihan tugas? Hayu angkat!” Wakil kepala sekolah mengomando. Continue reading

KISAH HC DAN UD

Oleh: Fathan Tibyan Rahman

(Pelajar SMA PLUS AL-GHIFARI)

Pada suatu hari di sekolah menengah atas, HC siswa yang tinggi, berkulit terang dan berambut merah itu sedang mengobrol dengan teman sebayanya, obrolan mereka itu bisa dibilang bervariasi, awalnya tentang Televisi kemudian J-Pop kemudian Anime sampai akhirnya President. HC sangat senang dengan ini, bukan hanya dia di perkuat oleh bersosialisasi tetapi juga betapa puasnya dia mengobrol tentang hal-hal yang menarik.

Saat guru sejarah datang, semua siswa langsung duduk. Lalu HC mendengarkan dengan seksama tentang penjelasan gurunya, melajutkan untuk belajar dengan teman-temannya, memikirkan bahwa mungkin adiknya juga sedang merasakan hari yang indah ini Continue reading