PENGANGGURAN MUSIMAN DAN DANA DESA

pengangguran-desa

Oleh: Enda Natakusumah

            Nawacita sebagai landasan pembangunan di Era Pemerintahan Jokowi-JK masih menjadi pertanyaan besar. Terutama, dana desa yang dikeluarkan oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi belum sepenuhnya menyentuh masyarakat desa. Jika mengacu kepada Nawacita ala Jokowi, salah satu poin penting dari nawacita tersebut yaitu kesejahteraan (welfare) yang merupakan bahan pokok sebuah pembangunan ekonomi berkelanjutan. Program berkelanjutan baru menyentuh program pembangunan desa secara fisik, sedangkan di desa tidak hanya pembangunan infrastruktur (fisik) saja, melainkan program ekonomi lokal untuk mengentasan pengangguran musiman perlu ditingkatan. Continue reading

HAKIKAT KEPUASAN KERJA

job-satisfactionOleh: Muhammad Zaky, Ketua Jurusan Manajemen FISIP UIN SGD Bandung.

Menurut Locke (1969), kepuasan kerja adalah keadaan emosional yang menyenangkan yang dialami seorang individu yang didasarkan atas adanya penilaian bahwa suatu pekerjaan memberikan nilai (values) tertentu. Sedangkan ketidakpuasan kerja didefinisikan sebagai keadaan emosional yang tidak menyenangkan yang dirasakan seorang individu yang didasarkan atas adanya penilaian bahwa suatu pekerjaan menghambat dia untuk mencapai nilai-nilai (values) tertentu atau pekerjaan itu tidak mempunyai nilai (value) sama sekali. Continue reading

MEMPERKUAT EKONOMI DAKWAH

eko islam

Oleh: M. Taufiq Rahman

Jika kita telusuri, dapat ditemukan bahwa umat Islam adalah orang yang mandiri. Hal itu dicontohkan sejak zamannya para Nabi dahulu. Nabi Adam as. adalah orang pertama yang menunjukan kemandirian dengan cara bertani dan beternak. Yang lain seperti Nabi Ibrahim as. adalah contoh Nabi yang berniaga. Dan yang paling terkenal berdagang adalah Nabi Muhammad Saw. sendiri. Nabi Musa as. lebih memilih beternak daripada harus menggantungkan nasib kepada Fir’aun. Begitulah seterusnya.

Kemandirian dalam perekonomian dapat membebaskan diri dari belenggu-belenggu penjajahan. Dengan jiwa kemandirian, mereka (para nabi itu) dapat bebas bergerak dan berda’wah. Continue reading

KEBUTUHAN DAN KELANGKAAN

gabah

Kelangkaan (scarcity) adalah keterbatasan alat pemenuh kebutuhan dihadapkan dengan kebutuhan yang tidak terbatas. Kelangkaan merupakan sumber/akar semua masalah ekonomi.

Sebab-sebab kebutuhan manusia beranekaragam adalah:

  1. kemajuan peradaban manusia;
  2. luasnya ruang lingkup kebudayaan manusia, yang masing-masing membutuhkan sarana;
  3. sifat manusia yang selalu merasa tidak puas.

Continue reading

PERILAKU EKONOMI MASYARAKAT

kegiatan ekonomi

Dalam masyarakat yang majemuk, seperti Indonesia, kegiatan ekonominya sangat kompleks. Semua pihak dalam masyarakat ikut serta dalam kegiatan sebagai pelaku ekonomi. Misalnya, perusahaan keramik menjalankan perannya sebagai produsen dan menerima pasokan tenaga kerja dari masyarakat atau keluarga dan masyarakat memasok faktor produksi modal melalui bank untuk perusahaan. Selain itu, pemerintah dan masyarakat luar negeri pun ikut berperan dalam kegiatan perekonomian.

A. Kegiatan Ekonomi Masyarakat

Pada masyarakat modern, lebih-lebih pada era globalisasi, kegiatan ekonomi sangat kompleks, melibatkan berbagai pihak sebagai pelaku kegiatan ekonomi. Pihak-pihak yang ikut berperan sebagai pelaku dalam kegiatan ekonomi masyarakat adalah rumah tangga atau keluarga, masyarakat, perusahaan, koperasi, dan negara (pemerintah). Continue reading