WISATA RELIGI: MAKAM SYEKH QURO DI KARAWANG

agung-karawang

Karawang kini dikenal sebagai Lumbung Padi Nasional dan Kota Pangkal Perjuangan. Namun, pada masa dahulu, pada permulaan Islam datang ke Nusantara, Karawang juga merupakan kawasan penting. Di Pulobata Desa Pulokalapa Kecamatan Lemah Abang ada suatu tempat di mana Syekh Quro dimakamkan bersama salah seorang muridnya yaitu Syekh Bentong. Syekh Quro adalah Syekh Qurotul’ain atau Syekh Hasanudin atau Syekh Mursahadatillah. Menurut Naskah Purwa Caruban Nagari, Syekh Quro adalah seorang ulama yang arif, bijaksana dan termasuk seorang ulama yang hafizh Al-Qur’an serta ahli Qiro’at yang sangat merdu suaranya. Dia adalah putra seorang ulama besar Perguruan Islam dari negeri Campa yang bernama Syekh Yusuf Siddik yang masih ada garis keturunan dengan Syekh Jamaluddin Akbar Al-Husaini serta Syekh Jalaluddin ulama besar Mekah. Continue reading

PESONA ALAM DI KEBUN MAWAR GARUT

kebun-mawarOleh: Enda Natakusumah

            Garut menyimpan pesona dan keindahan alam yang membuat rasa penasaran pengunjung semakin memuncak, seperti halnya gunung-gunung yang mengitarinya. Salah satu Kabupaten di Jawa Barat ini kini menjadi destinasi (tujuan) wisatawan lokal maupun nasional. Dengan keindahan alam yang dimilikinya, banyak ditemukan tourism place (tempat wisata) yang ada di Kabupaten Garut. Berkunjung ke Garut, kayaknya tidak lengkap jika Anda tidak berkunjung ke Kebun Mawar Garut. Terletak di Jl. Kamojang Sukakarya Kecamatan Samarang, Kebun Mawar menyuguhkan keindahan dan pesona alam yang eksotis.

            Selama perjalanan menuju ke Kebun Mawar, pengunjung akan disuguhkan dengan pemandangan alam yang indah dengan konsep desa pegunungan. Selain itu, keindahan yang mempesona, dan pemandangan yang indah akan menjadi sensasi tersendiri bagi pengunjung. Continue reading

KENAPA MANUSIA SUKA ZIARAH?

2013-10-05 21.06.39

Oleh: Dr. Ade Dindin Sahmudin

            Kuburan merupakan tanda dari seseorang yang sudah meninggal yang dibangun oleh orang-orang yang masih hidup—keluarga, ahli waris atau orang yang mempunyai kedekatan hubungan dengan almarhum. Kuburan juga menjadi tanda kehadiran di dunia yang tersisa dari orang yang dikuburkan.[1]

Kata “ziarah” secara harfiyah berarti kunjungan. Apabila yang dimaksud sebagai kunjungan ke sebuah makam seorang suci (wali), kata itu menjadi berarti seluruh rangkaian perbuatan ritual yang telah ditentukan.[2] Dari pengertian ini, tampak bahwa yang dikunjungi dalam kegiatan ziarah bukan sembarang tempat, melainkan tempat yang dianggap keramat, misalnya makam atau kuburan. Continue reading

KESENIAN KUDA RENGGONG DI SUMEDANG

sri maryati

Oleh: Sri Mulyati, S.Sos.

Sumedang adalah salah satu daerah yang berada di Jawa Barat yang penuh dengan kebudayaan dan tradisi yang masih melekat. Selain terkenal dengan kota “Tahu” di setiap daerah di Sumedang juga memiliki budayanya masing-masing, budaya itulah yang menjadi karakteristik daerah itu. Sehingga Sumedang merupakan “Puseur Budaya Sunda”. Salah satu budaya atau tradisi yang berkembang pesat sampai saat ini adalah Kuda Renggong.

Kuda Renggong merupakan salah satu seni pertunjukan rakyat yang berasal dari Sumedang. Kata “renggong” di dalam kesenian ini merupakan metatesis dari kata ronggeng yaitu kamonesan (bahasa Sunda untuk “keterampilan”) cara berjalan kuda yang telah dilatih untuk menari mengikuti irama musik terutama kendang, yang biasanya dipakai sebagai media tunggangan dalam arak-arakan anak sunat.

Sebagai seni pertunjukan rakyat yang berbentuk seni helaran (pawai, karnaval), Kuda Renggong telah berkembang dilihat dari pilihan bentuk kudanya yang tegap dan kuat, asesoris kuda dan perlengkapan musik pengiring, para penari, dll., dan semakin hari semakin semarak dengan perbagai kreasi para senimannya. Continue reading

BUDAYA NGAROT DI INDRAMAYU

bambang2Oleh: Bambang Pramuji, S.Sos.

Sebagai makhluk yang berkarya, homo faber, manusia selalu mempunyai sisi kinarya yang dapat membuat betah dirinya hidup di dunia. Apalagi kalau manusia-manusia bersatu mewujudkannya. Maka lahirlah suatu bentuk budaya. Kali ini kita dapat mengapresiasi sebentuk karya masyarakat Lelea, Indramayu, yaitu budaya ngarot. Seperti bagaimanakah cerita budaya ngarot itu? Mari kita tengok keadaannya.

Sejarah adat Ngarot

Pada tahun 1681, Lelea masuk wilayah kekuasaan kerajaan Sumedang Larang, oleh karena itu bahasa asli penduduk desa Lelea ialah bahasa Sunda. Ngarot adalah salah satu adat istiadat yang ada di desa Lelea Kabupaten Indramayu. Continue reading