SEORANG TAMU

Oleh Ida Hidayatul Aliyah

 

I

“Rasanya aku kedatangan tamu,”

“Aku masih dianggap tamu?”

“Tentu saja, wahai Orang Asing,”

“Sampai kapan aku tak dianggap tamu?

 

II

“Aku kedatangan tamu lagi.”

“Mau ikut bedah buku?”

“Sepertinya tidak.”

“Untuk partisipasi?”

“Tak bolehkah aku punya pilihan sendiri, selera sendiri?”

Continue reading